Cibinong — PORTAL BERITA BOGOR Sekretaris Gibas Resort Kabupaten Bogor, Rachman, menggencarkan sosialisasi program peluang usaha dan pengembangan karier melalui PT Central Asia Raya (CAR), bagian dari BCA Group, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran pasca Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah makan di wilayah Sukahati, Kabupaten Bogor, pada Minggu (29/3/2026), dengan melibatkan Srikandi Gibas serta jaringan pelaku usaha lokal. Rachman menyatakan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara rutin setiap dua pekan sebagai bagian dari penguatan gerakan ekonomi berbasis komunitas.
“Program ini kami dorong sebagai solusi alternatif bagi masyarakat, khususnya yang belum memiliki pekerjaan tetap, agar dapat memiliki penghasilan dan membangun usaha secara mandiri,” ujar Rachman.
Rachman menilai, salah satu kendala dalam penyerapan tenaga kerja adalah masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pekerjaan formal. Melalui program CAR 3i, masyarakat didorong untuk bertransformasi dari pencari kerja menjadi pencipta peluang usaha.
“Selama ini masyarakat cenderung menunggu pekerjaan. Padahal, dengan sistem yang terarah, masyarakat bisa membangun usaha sendiri dan membuka peluang bagi orang lain,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut diklaim memiliki dasar legalitas yang jelas dan didukung oleh berbagai sektor, termasuk jaringan ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret.
Program CAR 3i menawarkan sistem kerja berbasis jaringan dengan pendekatan pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan. Peserta diberikan kesempatan untuk berkembang dalam jenjang karier tertentu dengan insentif yang disesuaikan dengan capaian kinerja.
Ir. Edy Haryanto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan, keberhasilan dalam program ditentukan oleh konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan membangun jaringan.
“Program ini memiliki sistem yang jelas. Kunci utamanya adalah disiplin, konsisten, dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Selain potensi penghasilan, program ini juga menawarkan penghargaan berupa perjalanan ibadah umroh bagi peserta yang mencapai target tertentu.
Dalam kegiatan tersebut, Rachman juga menyampaikan sejumlah kisah sukses sebagai bentuk motivasi kepada peserta. Salah satunya adalah seorang mantan petugas keamanan yang disebut berhasil meraih penghasilan hingga ratusan juta rupiah per bulan setelah menjalankan program tersebut selama sekitar tiga tahun.
Sementara itu, salah satu pelaku usaha dalam program tersebut, Sarno, mengaku keberhasilannya tidak lepas dari konsistensi dalam menjalankan sistem.
“Yang saya jalankan hanya tiga hal, yaitu tekun, ulet, dan konsisten. Itu yang membawa saya sampai di titik ini,” ujar Sarno.
Untuk memperluas jangkauan program, Rachman menyebut pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, komunitas, hingga pelaku usaha di berbagai wilayah.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti pertemuan langsung, pelatihan kelompok, hingga pendekatan berbasis komunitas. Program ini juga mulai diperkenalkan ke luar wilayah Kabupaten Bogor sebagai bagian dari pengembangan jaringan yang lebih luas.
“Kami ingin program ini tidak hanya berkembang di Bogor, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah,” katanya.
Rachman berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap program pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat seperti CAR 3i. Ia menilai, sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan pengangguran.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Tenaga Kerja dan aparat kewilayahan, guna membuka peluang kerja sama.
“Jika ada dukungan dan sinergi dengan pemerintah, program ini berpotensi memberikan dampak yang lebih luas dalam penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Secara ekonomi, program ini dinilai memiliki potensi memberikan efek berganda (multiplier effect), seperti peningkatan pendapatan masyarakat, pertumbuhan usaha mikro, serta penguatan daya beli.
Selain itu, program ini juga dinilai dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya dalam hal perencanaan dan pengelolaan keuangan.
Di tengah terbatasnya lapangan kerja formal, program berbasis kewirausahaan seperti CAR 3i menjadi salah satu alternatif yang mulai dilirik masyarakat. Dengan sistem yang terstruktur dan pendekatan berbasis komunitas, peluang ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi yang lebih luas.
Rachman menegaskan, upaya yang dilakukan bersama Gibas Resort Kabupaten Bogor merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, program ini bisa menjadi solusi nyata dan berkelanjutan dalam membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup,” pungkasnya.










