Bogor — Kolaborasi strategis antara PT. Kuliner Semesta Indonesia dengan produk unggulannya Chicken D’Bestii dan Koperasi Mekar sukses membuka babak baru peluang usaha di Kabupaten Bogor. Kegiatan presentasi dan penjajakan kemitraan yang digelar pada Kamis, 26 Februari 2026, di Gedung Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor itu berubah menjadi ajang kebangkitan semangat wirausaha masyarakat.
Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut dipadati peserta dari berbagai kecamatan, di antaranya Cibinong, Citeureup, Sukamakmur, Babakan Madang, dan Cibungbulang. Tak hanya itu, perwakilan dari Kota Bogor dan Kota Depok juga turut hadir, menunjukkan bahwa gaung kemitraan ini melampaui batas administratif kabupaten.

Kegiatan dibuka oleh MC Ajeng Umaroh yang juga dikenal sebagai Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor. Sambutan pembuka disampaikan oleh Bapak Umar, sesepuh Kabupaten Bogor, pendiri Yayasan Al’Aly Marjan, sekaligus penasihat ormas GIBAS Kabupaten Bogor, yang menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat melalui jalur UMKM.

Dalam sesi utama, Ibu Ermika selaku pimpinan PT. Kuliner Semesta Indonesia memaparkan potensi besar produk Chicken D’Bestii yang hadir dengan berbagai varian rasa dan konsep usaha yang teruji. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini dirancang untuk semua kalangan, mulai dari pemula hingga pelaku usaha berpengalaman. Beberapa paket kemitraan yang ditawarkan antara lain: Paket Gold, lengkap dan siap operasional untuk lokasi strategis, Paket Silver, cocok bagi pemula dengan modal lebih ringan, Paket Mandiri, untuk mitra yang sudah memiliki tempat usaha, Paket Pembiayaan, yang difasilitasi langsung oleh Koperasi Mekar.

Tujuan kami hadir di Kabupaten Bogor adalah membuka peluang usaha seluas-luasnya, menciptakan lapangan kerja, dan membantu mengurangi angka pengangguran. Ini bukan hanya bisnis, tapi bagian dari kontribusi membangun bangsa,” tegas Ermika di hadapan peserta dan awak media.
Menurutnya, harga kemitraan sangat terjangkau dan dapat langsung diakses melalui skema pembiayaan koperasi, sehingga masyarakat tidak perlu terbebani modal besar di awal. Sementara itu, perwakilan Koperasi Mekar, Galih, memaparkan secara rinci skema pembiayaan yang dinilai ramah UMKM. Sistemnya berbasis gotong royong, dengan tenor angsuran 12–24 bulan dan tanpa agunan besar karena usaha itu sendiri menjadi objek pembiayaan.

Prosesnya meliputi pendaftaran, survei kelayakan, penentuan paket, hingga akad pembiayaan yang transparan. Dana tidak diberikan tunai, melainkan langsung dibayarkan ke penyedia paket usaha agar tepat guna dan menjadi aset produktif. “Kami ingin UMKM tumbuh tanpa takut soal modal. Angsuran disesuaikan dengan kemampuan usaha, dan mitra akan didampingi sampai stabil,” ujar Galih.
Pemaparan tersebut mendapat respons luar biasa. Banyak peserta langsung membentuk kelompok kemitraan dan menyatakan kesiapan untuk bergabung. Suasana diskusi berlangsung hidup. Pertanyaan demi pertanyaan muncul, menandakan tingginya minat masyarakat. Beberapa peserta bahkan menyebut kolaborasi ini sebagai “angin segar” bagi UMKM Kabupaten Bogor.
Momentum yang berlangsung di bulan suci ini terasa semakin bermakna. Semangat kebersamaan, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi menjadi benang merah kegiatan tersebut. Kolaborasi PT. Kuliner Semesta Indonesia dan Koperasi Mekar bukan sekadar presentasi produk ayam D’Bestii. Ini adalah langkah konkret membuka akses usaha, memperluas kesempatan kerja, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Jika konsistensi dan pendampingan terus dijaga, bukan tidak mungkin kemitraan ini menjadi model pemberdayaan UMKM yang patut diperhitungkan di tingkat regional — bahkan nasional.

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bogor yang turut hadir dalam acara presentasi kuliner Ayam D’Bestii, Drs. H. Umar Manshyur, menyampaikan apresiasi tinggi atas gagasan yang diinisiasi oleh Ibu Ermika dari PT. Kuliner Semesta Indonesia.
Menurut beliau, konsep kemitraan yang ditawarkan tidak hanya membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, tetapi juga memberikan solusi nyata melalui kolaborasi langsung dengan Koperasi Mekar sebagai mitra pembiayaan.
“Saya mengapresiasi luar biasa gagasan ini. Program seperti ini sangat membantu UMKM karena bukan hanya menawarkan usaha, tetapi juga menyiapkan sistem kemitraan dan dukungan pembiayaan. Ini langkah konkret dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Drs. H. Umar Manshyur.







