JONGGOL – PORTAL BERITA BOGOR | Bupati Bogor Rudy Susmanto mempercepat penyiapan Bogor Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan fasilitas perdagangan, serta persiapan kawasan strategis untuk menarik investasi. Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan jalan tembus sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi rampung pada Desember 2026, sebagai salah satu langkah memperkuat konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Rudy saat meresmikan Pasar Hewan Jonggol, Pasar Ikan Ciseeng, Instalasi Karantina Ikan Laladon, sekaligus memberikan nama Jalan H. M. Surdi Rusuh di Kecamatan Jonggol, Kamis (6/8/2026).

Menurut Rudy, pembangunan Bogor Timur tidak boleh hanya berorientasi pada rencana pembentukan daerah otonomi baru atau calon ibu kota kabupaten. Penyiapan kawasan harus disertai pembangunan infrastruktur dan fasilitas ekonomi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

JALAN TEMBUS TRANSYOGI–SUKARESMI DITARGETKAN RAMPUNG AKHIR 2026

Rudy menegaskan, konektivitas jalan merupakan fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian wilayah. Akses yang lebih baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka hubungan antarkawasan yang selama ini membutuhkan waktu tempuh lebih panjang.

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah pembangunan jalan tembus sekitar 10 kilometer dari Jalan Transyogi menuju Desa Sukaresmi. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Selain itu, Pemkab Bogor terus mendorong peningkatan konektivitas melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), termasuk ruas yang menghubungkan Kecamatan Citeureup hingga Sukamakmur.

Pembangunan jaringan jalan tersebut diharapkan menjadi pengungkit aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat pelayanan dan perdagangan.

PASAR HEWAN JONGGOL JADI PENGGERAK EKONOMI PETERNAKAN

Pengembangan Bogor Timur juga dilakukan melalui penyediaan fasilitas ekonomi yang mendukung kegiatan usaha masyarakat.

Peresmian Pasar Hewan Jonggol menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perdagangan ternak, memperluas akses pemasaran peternak, dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan pasar tersebut diharapkan mampu menggerakkan sektor peternakan sekaligus mendukung tumbuhnya usaha pendukung, seperti perdagangan pakan, jasa angkutan, dan UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Bogor meresmikan Pasar Ikan Ciseeng dan Instalasi Karantina Ikan Laladon sebagai bagian dari penguatan sarana perdagangan dan sektor perikanan.

Pembangunan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur transportasi, tetapi juga membutuhkan sarana produksi, perdagangan, dan distribusi yang memadai.

BENDUNGAN CIJUREY DAN KAWASAN EKONOMI JADI PENOPANG

Selain pembangunan jalan, percepatan pengembangan Bogor Timur mendapat dukungan melalui proyek strategis Bendungan Cijurey yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Keberadaan bendungan tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air, sektor pertanian, dan pengembangan kawasan dalam jangka panjang.

Pemkab Bogor juga tengah mempersiapkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tahap pertama seluas sekitar 1.000 hektare di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Kawasan tersebut dirancang untuk pengembangan layanan kesehatan bertaraf internasional.

Rencana ini diharapkan dapat menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi Kabupaten Bogor. Realisasinya tetap memerlukan tahapan perencanaan, pemenuhan persyaratan, dan koordinasi dengan pihak terkait.

PEMBANGUNAN HARUS MEMBUKA PELUANG KERJA

Rudy menegaskan bahwa pengembangan kawasan tidak cukup hanya ditandai dengan pembangunan fisik. Infrastruktur dan fasilitas ekonomi harus mampu mendorong aktivitas usaha, menciptakan kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

Pengembangan Bogor Timur juga perlu ditopang perencanaan tata ruang yang terarah, kesiapan infrastruktur dasar, dan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.

Dengan konektivitas yang semakin baik, fasilitas perdagangan yang memadai, serta rencana investasi yang terukur, Bogor Timur diharapkan tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Reporter: Admin
PORTAL BERITA BOGOR