CIBINONG – PORTAL BERITA BOGOR | Rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 ditutup dengan capaian membanggakan. Kabupaten Bogor berhasil menerima dua Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, sebuah pencapaian yang tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga memperlihatkan perpaduan antara pelestarian budaya dan inovasi di lingkungan pemerintahan.

Dua penghargaan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada penghujung rangkaian HJB ke-544.

Rekor pertama diberikan atas kategori memainkan 2.000 alat musik karinding oleh ASN terbanyak, sementara rekor kedua diraih melalui kategori webinar dengan peserta ASN tingkat kabupaten terbanyak.

Karinding Jadi Simbol Kebanggaan Bogor

Pencapaian melalui permainan karinding memiliki makna tersendiri bagi Kabupaten Bogor.

Karinding merupakan salah satu alat musik tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sunda. Ribuan ASN yang memainkan alat musik tersebut secara bersama-sama menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat melibatkan aparatur pemerintahan secara langsung.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemajuan daerah tidak harus meninggalkan akar budaya.

Justru, budaya lokal dapat menjadi identitas yang memperkuat karakter masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Budaya dan Teknologi Berjalan Bersama

Menariknya, dua Rekor MURI yang diraih Kabupaten Bogor memiliki karakter berbeda.

Satu rekor menunjukkan kekuatan pelestarian budaya melalui karinding, sedangkan rekor lainnya berkaitan dengan pemanfaatan ruang digital melalui webinar yang melibatkan peserta ASN dalam jumlah besar.

Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi dan teknologi tidak harus dipertentangkan.

Kabupaten Bogor dapat menjaga warisan budaya sekaligus mendorong aparatur pemerintahan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi modern.

Rudy Susmanto: Bukan Sekadar Piagam Penghargaan

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa dua Rekor MURI tersebut bukan sekadar penghargaan.

Capaian itu menjadi bukti kerja sama, kekompakan dan dedikasi ASN bersama masyarakat dalam membangun Kabupaten Bogor.

Rudy berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan karya, inovasi dan kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut penting agar penghargaan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemicu untuk menghasilkan program yang lebih berdampak bagi masyarakat.

HJB ke-544 Tinggalkan Warisan Positif

Rangkaian HJB ke-544 sebelumnya telah diisi berbagai kegiatan, mulai dari pelayanan publik, kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi hingga pertunjukan seni dan budaya.

Pada puncak perayaan, ribuan warga juga memadati kawasan Alun-Alun Kabupaten Bogor untuk menyaksikan helaran budaya dan pertunjukan karinding.

Karena itu, dua Rekor MURI menjadi penutup yang memperkuat pesan besar perayaan HJB tahun ini: pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan sekaligus keberanian menghadirkan inovasi.

Prestasi Harus Berujung Manfaat

Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pemerintah tentu tidak hanya dilihat dari banyaknya penghargaan yang diterima.

Prestasi tersebut akan semakin berarti apabila mampu mendorong semangat kerja aparatur, memperkuat pelayanan publik, menjaga budaya lokal dan menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.

Sebelumnya, Kabupaten Bogor juga meraih Rekor MURI melalui pelayanan publik 100 jam nonstop di Mal Pelayanan Publik, yang menghasilkan 6.210 layanan dan 574 berkas permohonan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penghargaan dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Dari HJB untuk Bogor yang Lebih Berkarakter

Dua Rekor MURI di penghujung HJB ke-544 akhirnya bukan hanya soal angka dan piagam.

Ada pesan yang lebih besar di baliknya: Kabupaten Bogor ingin bergerak maju tanpa kehilangan identitas budayanya.

Karinding menjadi simbol pelestarian warisan leluhur, sementara inovasi digital menjadi gambaran kesiapan menghadapi masa depan.

Dengan semangat tersebut, peringatan HJB ke-544 diharapkan tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir, tetapi meninggalkan energi baru bagi pemerintah, ASN dan masyarakat untuk terus membangun Kabupaten Bogor yang maju, berbudaya dan berdaya saing.

PORTAL BERITA BOGOR
Mengabarkan Bogor, Mengawal Aspirasi Warga.