CIBINONG – PORTAL BERITA BOGOR | Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut pembangunan Flyover Bojonggede-Kemang (Bomang) membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar guna meningkatkan konektivitas wilayah hingga menuju kawasan Tegar Beriman.
“Berdasarkan dokumen detail engineering design (DED), kebutuhan anggaran pembangunan flyover Bomang hampir Rp150 miliar,” ujar Rudy Susmanto di Cibinong, Jumat.
Rudy menjelaskan, pembangunan Flyover Bomang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebagaimana dibahas dalam pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Subang, Kamis (5/2).
Menurutnya, pembangunan flyover tersebut bertujuan membuka akses langsung jalur Bojonggede-Kemang-Parung tanpa harus memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun kawasan Sentul.
“Flyover ini nantinya akan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas,” jelas Rudy.
Ia menerangkan, tahapan pembangunan Flyover Bomang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027. Tahap awal akan diawali dengan penetapan lokasi, appraisal, hingga proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Sementara untuk mekanisme pelaksanaan konstruksi, kata Rudy, akan ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk kemungkinan pembangunan menggunakan skema multi-years atau penyelesaian dalam satu tahun anggaran.
“Lahan dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sedangkan pelaksanaan infrastruktur akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah provinsi,” kata Rudy Susmanto.
Selain proyek flyover, Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan melaksanakan pembangunan dua jembatan strategis di kawasan Jalan Bomang pada awal tahun 2026.
Dua jembatan tersebut yakni Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan yang dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas jalur sebelum flyover dibangun.
Jembatan Sitanggerang direncanakan menjadi jembatan terpanjang di jalur Bomang, sementara Jembatan Pesanggrahan dipersiapkan untuk memperkuat jaringan penghubung antarwilayah.
Rudy menegaskan, seluruh pembangunan infrastruktur tersebut dirancang secara bertahap dan terukur agar memberikan dampak nyata terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan bertahap, terukur, dan berdampak positif bagi mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkas Rudy Susmanto.







