CIBINONG – PORTAL BERITA BOGOR | Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bogor. Di bawah kepemimpinan Ketua DPRD Sastra Winara, proses penganggaran didorong tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sastra Winara memimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dengan agenda strategis berkaitan dengan kebijakan APBD. Forum tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan dan penggunaan keuangan daerah.
Bagi DPRD, pembahasan anggaran merupakan momentum untuk memastikan program pemerintah daerah memiliki dasar kebutuhan yang jelas, terukur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
APBD Bukan Sekadar Angka
Sastra Winara menempatkan fungsi anggaran DPRD sebagai instrumen penting untuk mengawal kepentingan publik.
Besarnya nilai APBD tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan dasar, infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga penguatan ekonomi.
Karena itu, setiap kebijakan anggaran membutuhkan pembahasan yang cermat antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
DPRD Kawal Prioritas Pembangunan
Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD memiliki fungsi penganggaran sekaligus pengawasan. Peran tersebut menjadi penting agar kebijakan belanja daerah tetap berada dalam koridor perencanaan pembangunan dan kemampuan fiskal daerah.
Sastra Winara menegaskan pentingnya memastikan program yang masuk dalam APBD benar-benar memiliki skala prioritas.
Dengan demikian, proses pembahasan tidak hanya melihat kebutuhan pemerintah, tetapi juga mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk kegiatan reses dan forum perencanaan pembangunan.
Dari Ruang Paripurna ke Program Nyata
Rapat paripurna menjadi salah satu tahapan formal dalam proses pengambilan keputusan DPRD. Namun, pekerjaan legislatif tidak berhenti setelah rapat selesai.
Setelah kebijakan anggaran ditetapkan, fungsi pengawasan DPRD menjadi penting untuk memastikan program yang telah dianggarkan dapat dilaksanakan sesuai target dan memberikan hasil bagi masyarakat.
Inilah yang membuat pengawalan APBD menjadi rangkaian proses yang panjang, mulai dari perencanaan, pembahasan, pengesahan hingga pengawasan pelaksanaan.
Sinergi DPRD dan Pemkab Jadi Kunci
Pengelolaan anggaran daerah membutuhkan hubungan kerja yang konstruktif antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Eksekutif memiliki tanggung jawab menjalankan program pemerintahan, sementara legislatif menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.
Sinergi keduanya diperlukan agar kebijakan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri dan setiap program dapat diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan.
Sastra Winara Dorong APBD Berpihak pada Masyarakat
Bagi Sastra Winara, APBD pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.
Karena itu, DPRD Kabupaten Bogor akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan anggaran, termasuk memastikan program prioritas daerah berjalan sesuai perencanaan.
Pembahasan APBD bukan hanya tentang berapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga tentang ke mana anggaran diarahkan dan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan Kabupaten Bogor yang terus berkembang. Dengan pengawalan DPRD dan sinergi bersama pemerintah daerah, kebijakan anggaran diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
PORTAL BERITA BOGOR
Mengabarkan Bogor, Mengawal Aspirasi Warga.







