CISARUA – PORTAL BERITA BOGOR || Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin langsung kegiatan penanaman pohon serentak di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Rabu (5/2) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan hutan kota yang dilaksanakan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dengan mengusung tema “Bogor Menanam untuk Indonesia”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia beserta jajaran, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Denpom Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, komunitas pegiat lingkungan, para kepala perangkat daerah, Camat Cisarua, serta unsur Forkopimcam Cisarua.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam mengembalikan Kabupaten Bogor sebagai wilayah hijau sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di kawasan hulu Sungai Ciliwung yang memiliki peranan penting bagi banyak daerah di hilir.

“Hari ini kita mulai sejak pukul 07.00 pagi melakukan penanaman pohon di hulu Sungai Ciliwung. Hulu Sungai Ciliwung ini milik kita semua. Walaupun berada di Kabupaten Bogor, yang harus merawat dan menjaganya adalah seluruh masyarakat yang cinta alam, cinta lingkungan, dan cinta air,” ujar Rudy Susmanto.

Rudy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan minimal satu hektare area penanaman di setiap kecamatan. Dengan total 40 kecamatan, maka luas minimal penanaman mencapai 40 hektare.

Selain itu, Pemkab Bogor juga telah menginventarisasi sejumlah aset milik pemerintah daerah untuk dijadikan lokasi tambahan penanaman pohon, sehingga total target tahap awal mencapai sekitar 220 hektare.

“Ini adalah warisan untuk anak cucu kita ke depan. Bogor harus kembali hijau. Dan menanam pohon itu bukan di baliho, tapi di tanah,” tegas Rudy.

Ia menambahkan, kegiatan penanaman tidak berhenti hanya pada seremoni semata. Pemerintah Kabupaten Bogor telah menyiapkan tim khusus yang akan melanjutkan proses penanaman dan pemeliharaan pohon selama satu tahun ke depan di seluruh lokasi hutan kota yang telah ditetapkan.

“Menanam pohon itu ibadah. Selama pohon itu hidup dan memberi manfaat, selama itu pula pahalanya terus mengalir,” tutur Rudy Susmanto.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Nur Ari Wardoyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas inisiasi program Bogor Menanam untuk Indonesia yang dinilai sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, aksi penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi jangka panjang bagi keselamatan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang.

“Aksi penanaman pohon tidak sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang,” ungkap Nur Ari Wardoyo.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kawasan hulu karena memiliki pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan di wilayah hilir.

Nur Ari Wardoyo mengingatkan sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari longsor di wilayah Cisarua dan Kabupaten Bandung Barat hingga banjir dan longsor di sepanjang aliran Sungai Ciliwung pada tahun 2025.

Menurutnya, berbagai kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara serius, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter: admin