CIBINONG – PORTAL BERITA BOGOR | Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang (Bomang) mulai dilaksanakan pada 2027. Proyek infrastruktur yang diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp150 miliar ini diproyeksikan menjadi penghubung strategis untuk membuka akses lebih langsung dari Bojonggede, Kemang, hingga Parung menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, pembangunan flyover tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor.

“Tahun 2027, Flyover Bomang akan mulai dibangun sehingga terhubung sampai simpang empat Bomang,” kata Rudy, sebagaimana diberitakan pada Minggu (23/8/2026).

Proyek ini diharapkan mampu mengatasi hambatan akses akibat lintasan rel kereta rel listrik (KRL) Bogor–Jakarta, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini harus menempuh jalur memutar untuk mencapai Cibinong.

Anggaran Hampir Rp150 Miliar, Tahapan Teknis Disiapkan

Berdasarkan dokumen Detail Engineering Design (DED), kebutuhan anggaran pembangunan Flyover Bomang diperkirakan mencapai hampir Rp150 miliar.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Pemkab Bogor perlu menyelesaikan sejumlah tahapan, mulai dari penetapan lokasi, penilaian harga lahan atau appraisal, hingga proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Pemkab Bogor juga memasukkan proyek tersebut dalam daftar pekerjaan strategis yang direncanakan mengikuti mekanisme tender dini untuk tahun anggaran 2027. Langkah ini ditujukan agar proses pengadaan dapat dipersiapkan lebih awal sehingga pelaksanaan pembangunan lebih terencana.

Meski demikian, realisasi pembangunan tetap bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi, kesiapan lahan, pengadaan, serta dukungan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Jembatan Bomang Jadi Penghubung Infrastruktur Strategis

Sebelum pembangunan flyover dimulai, Pemkab Bogor juga menyiapkan penyelesaian infrastruktur pendukung di jalur Bomang, termasuk Jembatan Situ Nanggerang dan Jembatan Pesanggrahan.

Jaringan jalan dan jembatan tersebut dirancang saling terhubung untuk memperkuat aksesibilitas kawasan Bojonggede, Kemang, Tajur Halang, dan Parung menuju pusat pemerintahan di Cibinong.

Dalam perkembangan terbaru, pembangunan Jembatan Situ Nanggerang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Bupati Bogor meminta agar pekerjaan dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan kondisi cuaca.

Keterhubungan infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan jaringan transportasi yang lebih efektif, mengurangi hambatan perjalanan, dan memperkuat hubungan antarkawasan di Kabupaten Bogor.

Penataan Parung Harus Lindungi Ekonomi Masyarakat

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemkab Bogor berencana melanjutkan penataan kawasan Parung agar sejalan dengan peningkatan konektivitas.

Penataan tersebut mencakup pengelolaan pedagang kaki lima (PKL) melalui penyediaan lokasi relokasi yang layak. Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan sekitar dua hektare di sekitar pasar sebagai salah satu alternatif penataan, termasuk untuk rencana pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Rudy menegaskan, pembangunan tidak boleh mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil. Karena itu, penataan kawasan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan pedagang, kenyamanan pengguna jalan, dan kebutuhan pengembangan wilayah.

Pendekatan tersebut penting agar pembangunan infrastruktur tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kegiatan perdagangan dan usaha lokal.

Konektivitas Lancar, Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Merata

Pembangunan Flyover Bomang memiliki arti strategis bagi pengembangan wilayah Kabupaten Bogor. Konektivitas yang lebih baik berpotensi memperlancar distribusi barang dan jasa, meningkatkan mobilitas tenaga kerja, serta membuka peluang investasi di kawasan yang terhubung.

Namun, manfaat tersebut membutuhkan perencanaan yang terintegrasi, penyelesaian tahapan pembangunan secara tepat waktu, serta penataan ruang dan aktivitas ekonomi yang memperhatikan kepentingan masyarakat.

Pemkab Bogor berharap proyek ini dapat memperkuat posisi Cibinong sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi daerah, sekaligus memperluas akses masyarakat dari Bojonggede, Kemang, hingga Parung.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Flyover Bomang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendorong konektivitas lebih baik, mengurangi hambatan perjalanan, dan memperkuat pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor.

Reporter: Admin