BOGOR – PORTAL BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat. Pada 2026, alokasi bantuan bedah rumah untuk Kabupaten Bogor meningkat menjadi sedikitnya 6.396 unit, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa program rehabilitasi RTLH menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), Pemkab Bogor selama ini mengalokasikan perbaikan sekitar 2.750 unit rumah setiap tahun, dengan pelaksanaan program yang dimulai sejak 2025 dan direncanakan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) diharapkan mempercepat penanganan persoalan hunian yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Bogor.

Alokasi Bantuan Meningkat Signifikan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa alokasi bantuan bedah rumah untuk Kabupaten Bogor meningkat dari 1.346 unit pada tahun sebelumnya menjadi sedikitnya 6.396 unit pada 2026.

Pemerintah pusat juga membuka peluang penambahan kuota bantuan. Namun, keputusan tersebut masih bergantung pada evaluasi terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan program secara tepat sasaran, cepat, dan berkualitas.

Peluang penambahan alokasi itu dibahas setelah Maruarar menerima kunjungan Rudy Susmanto di Jakarta pada 24 Juli 2026.

Menurut Maruarar, Kabupaten Bogor membutuhkan perhatian serius karena memiliki jumlah penduduk sekitar 5,76 juta jiwa. Ia juga menyebut persoalan RTLH dan kebutuhan hunian di daerah tersebut masih besar.

Rudy Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran

Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelaksanaan program rehabilitasi rumah harus berdasarkan data yang akurat, transparan, dan tepat sasaran.

Prinsip tersebut penting agar bantuan benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan, terutama masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan tidak memadai.

Perbaikan hunian tidak sekadar menyangkut renovasi fisik, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan kualitas hidup penghuni.

Karena itu, pendataan penerima manfaat dan pengawasan pelaksanaan menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Pemkab Bogor diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar proses penyaluran bantuan berlangsung tertib dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bedah Rumah Berpotensi Menggerakkan Ekonomi Lokal

Program rehabilitasi RTLH juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Kegiatan pembangunan dan renovasi dapat membuka kesempatan kerja bagi tenaga konstruksi lokal sekaligus meningkatkan permintaan terhadap bahan bangunan, seperti semen, pasir, cat, dan berbagai kebutuhan material lainnya.

Perputaran ekonomi tersebut diharapkan ikut memberikan manfaat kepada toko material, pelaku usaha kecil, dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembangunan.

Meski demikian, dampak ekonomi tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan kualitas pekerjaan agar rumah yang diperbaiki benar-benar memenuhi standar kelayakan dan aman ditempati.

Tantangan Besar Penanganan RTLH

Peningkatan alokasi bantuan menjadi langkah penting, tetapi besarnya kebutuhan hunian layak di Kabupaten Bogor membuat penanganan RTLH membutuhkan strategi berkelanjutan.

Dalam pemberitaan sumber, Maruarar menyebut angka sekitar 746 ribu unit terkait persoalan RTLH dan kebutuhan hunian di Kabupaten Bogor. Angka tersebut perlu dipahami sesuai kategori data yang digunakan pemerintah, karena kebutuhan rumah dan rumah tidak layak huni tidak selalu merupakan kategori yang sama.

Dengan kebutuhan yang besar, pemerintah perlu memastikan data penerima terus diperbarui, pelaksanaan program diawasi, dan anggaran digunakan secara bertanggung jawab.

Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah juga diperlukan agar bantuan tidak hanya meningkatkan jumlah rumah yang diperbaiki, tetapi benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Hunian Layak Menjadi Fondasi Kesejahteraan

Program bedah rumah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hunian yang aman dan sehat dapat mendukung kualitas hidup keluarga, memberikan kenyamanan bagi anak-anak, serta mengurangi risiko yang timbul akibat kondisi bangunan yang tidak memadai.

Pemkab Bogor berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat perluasan program sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Ke depan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya alokasi bantuan, tetapi juga oleh ketepatan penerima, kualitas hasil renovasi, transparansi pelaksanaan, dan keberlanjutan program.

Dengan pengawasan yang kuat dan kolaborasi yang konsisten, upaya rehabilitasi RTLH diharapkan semakin mendekatkan masyarakat Kabupaten Bogor pada hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Reporter: Admin