BOGOR – PORTAL BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mengkaji pembangunan jalur kereta api di wilayah Bogor Barat melalui dua alternatif trase, yakni Tenjo–Jasinga dan Parung Panjang–Jasinga. Rencana ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Pengembangan jaringan kereta tersebut menjadi bagian dari perencanaan transportasi terintegrasi yang didorong Bupati Bogor Rudy Susmanto. Pemerintah daerah ingin memastikan pembangunan transportasi tidak hanya berpusat di kawasan tertentu, tetapi juga menjangkau wilayah yang membutuhkan akses mobilitas lebih baik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pengembangan transportasi berbasis rel di Bogor Barat merupakan salah satu langkah strategis untuk mendukung pergerakan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Menurutnya, konektivitas yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar perjalanan warga, mendukung aktivitas ekonomi, dan memperkuat keterhubungan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan.
Dua Alternatif Trase Masih Dikaji
Dalam perencanaan tersebut, Pemkab Bogor mengkaji dua alternatif jalur, yaitu Tenjo–Jasinga dan Parung Panjang–Jasinga. Kedua opsi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk menentukan trase yang paling sesuai dengan kebutuhan transportasi dan pengembangan wilayah.
Salah satu skenario teknis yang dibahas adalah jalur Parung Panjang–Jasinga dengan konstruksi di permukaan tanah atau at grade, menggunakan jenis rel heavy rail.
Berdasarkan kajian teknis yang disampaikan, jalur tersebut diproyeksikan memiliki panjang sekitar 27,26 kilometer, dengan enam stasiun baru serta satu stasiun eksisting di Parung Panjang. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 24 menit.
Rencana teknis itu juga mencakup enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan. Sementara biaya operasional kereta diperkirakan berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.
Namun, angka dan rancangan tersebut masih merupakan bagian dari kajian, sehingga belum dapat dipastikan sebagai spesifikasi akhir pembangunan.
Parung Panjang dan Tenjo Berpotensi Jadi Simpul Transportasi
Pengembangan jalur kereta ini juga berkaitan dengan rencana penataan kawasan Parung Panjang dan Tenjo sebagai simpul penting transportasi dan kegiatan ekonomi.
Parung Panjang diarahkan untuk mendukung pengembangan pusat pelayanan kawasan serta konsep transit oriented development (TOD), yakni pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan angkutan umum.
Sementara itu, Tenjo diproyeksikan memiliki peran dalam pengembangan stasiun barang dan penguatan konektivitas jaringan kereta antarkota maupun perkotaan.
Apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, keterhubungan antarkawasan di Bogor Barat berpotensi semakin kuat. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengguna transportasi, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan akses lebih efisien menuju pusat kegiatan ekonomi.
Meski demikian, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada pemilihan trase, keterhubungan dengan moda transportasi lain, serta kesiapan fasilitas pendukung.
Kajian Dilakukan Bertahap Sebelum Pembangunan
Pemkab Bogor menegaskan bahwa rencana pembangunan jalur kereta tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Sejumlah tahapan perlu diselesaikan untuk memastikan proyek layak secara teknis, finansial, lingkungan, dan tata ruang.
Tahap awal meliputi pra-studi kelayakan, penentuan trase indikatif, dan konsultasi publik. Selanjutnya, proses direncanakan berlanjut ke studi kelayakan komprehensif, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), serta penyusunan desain awal.
Tahapan berikutnya mencakup penyusunan detail engineering design (DED), persiapan pembebasan lahan, dan penentuan skema pendanaan. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, barulah proyek dapat memasuki tahap konstruksi, pengadaan sarana kereta, uji coba, hingga operasional.
Seluruh tahapan tersebut membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat, pihak perkeretaapian, serta pemangku kepentingan terkait.
Transportasi Rel Diharapkan Dorong Pemerataan Ekonomi
Pengembangan jalur kereta di Bogor Barat berpotensi menjadi bagian penting dari strategi pemerataan pembangunan Kabupaten Bogor. Infrastruktur transportasi yang memadai dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan, layanan publik, dan pusat perdagangan.
Namun, pembangunan jalur baru harus disertai perencanaan yang matang, termasuk pengaturan akses menuju stasiun, integrasi angkutan pengumpan, keselamatan perlintasan, serta keterjangkauan biaya bagi masyarakat.
Dengan demikian, proyek tersebut tidak hanya menghadirkan jalur kereta baru, tetapi juga membangun sistem transportasi yang terhubung dan mampu menjawab kebutuhan warga dalam jangka panjang.
Pemkab Bogor masih mengkaji kedua alternatif trase tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya. Hasil kajian komprehensif akan menjadi dasar untuk memastikan pilihan jalur yang paling tepat bagi pengembangan transportasi dan pertumbuhan wilayah Bogor Barat.
Reporter: Admin







