CIBINONG | PORTAL BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI terus memperkuat penanganan krisis air bersih dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah.
Atas arahan Bupati Bogor, distribusi air bersih dilakukan pada Selasa (22/9/2026) di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungsari, Cibungbulang, dan Jasinga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Menurutnya, bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial RI dan seluruh pihak terkait agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Farid.
Di Kecamatan Tanjungsari, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Pasirtanjung, meliputi Kampung Lebak Pasar RT 008/RW 03, Kampung Sirna Bakti RT 001/RW 01, serta Kampung Parung Gede RT 005/RW 02 dan RT 004/RW 02.
Sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan menggunakan dua unit tangki. Bantuan tersebut diterima oleh 458 kepala keluarga atau sekitar 1.388 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Jasinga Salurkan 8.000 Liter Air
Sementara itu, di Kecamatan Jasinga, distribusi bantuan menyasar masyarakat Desa Sipak, khususnya wilayah Kampung Parung Sapi dan Kampung Muncang.
Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan penerima manfaat sekitar 1.500 kepala keluarga atau 3.000 jiwa.
Bantuan serupa juga disalurkan di Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, tepatnya di wilayah RW 07.
Di RT 01, bantuan diterima oleh 95 kepala keluarga atau 240 jiwa, sedangkan RT 02 tercatat sebanyak 146 kepala keluarga atau 350 jiwa.
Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan distribusi, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Bogor turut terlibat membantu penyaluran bantuan di lapangan.
Dinsos Pantau Wilayah Terdampak
Farid menegaskan, Dinsos Kabupaten Bogor bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi di lapangan.
“Kami menghimbau masyarakat dan jajaran di wilayah untuk terus berkoordinasi dan melaporkan apabila terdapat wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Pemerintah akan berupaya memberikan penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi yang ada,” jelasnya.
Menurut Farid, kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kemensos RI, Pemkab Bogor, pemerintah kecamatan dan desa, petugas lapangan, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebutuhan air bersih masyarakat.
Melalui distribusi bantuan tersebut, Pemkab Bogor terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak krisis air bersih mendapat perhatian dan penanganan, terutama di tengah keterbatasan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.







